Rabu, 16 Juni 2021

manajemen kelas

Nama   : Tri Noviliana

Nim     : 11901290

Kelas   : PAI 4C

Makul : MAGANG 1

Manajemen Kelas

Manajemen merupakan terjemahan dari kata “Pengelolaan”. Karena terbawa oleh derasnya arus penambahan kata kedalam Bahasa Indonesia, maka istilah Inggris tersebut kemudian di Indonesiakan menjadi “Manajemen“. Arti dari manajemen adalah pengelolaan, penyelenggaraan, ketatalaksanaan penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan atau sasaran yang diinginkan.

Maka, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan atau manajemen adalah penyelenggaraan agar sesuatu yang dikelola dapat berjalan dengan lancar, efektif dan efisien.Sebelum kita membahas tentang manajemen kelas, alangkah baiknya kita ketahui terlebih dahulu apa pengertian dari pada kelas itu sendiri. Didalam Didaktik terkandung suatu pengertian umum mengenai kelas, yaitu sekelompok siswa pada waktu yang bersamaan menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama ,jadi guru dan pelajara yang sama . Sedangkan kelas menurut pengertian umum dapat dibedakan menjadi dua pandangan, yaitu pandangan dari segi fisik dan  kedua pandangan dari segi siswa.

DR. Hadari Nawawi berpendapat bahwa manajemen kelas diartikan sebagai kemampuan guru atau wali kelas dalam mendayagunakan berbagai potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan terarah, sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien untuk melakukan kegiatan-kegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan murid. Dari uraian diatas jelas bahwa program kelas akan berkembang bilamana guru/wali kelas mendayagunakan secara maksimal potensi kelas yang terdiri dari tiga unsur yaitu ; guru, murid, dan proses atau dinamika kelas.

Dari beberapa pendapat para ahli diatas dan masih banyak lagi pendapat yang lain, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen kelas merupakan upaya mengelola siswa didalam kelas yang dilakukan untuk menciptakan dan mempertahankan suasana/kondisi kelas yang menunjang program pengajaran dengan jalan menciptakan dan mempertahankan motivasi siswa untuk selalu ikut terlibat dan berperan serta dalam proses pendidikan di sekolah.

 

·         Unsur- unsur pengelolaan kelas meliputi:

1. Preventif, yaitu upaya yang dilakukan oleh  guru untuk mencegah terjadinya gangguan dalam pembelajaran. Beberapa upaya atau  keterampilan yang harus dimiliki oleh  seorang guru untuk mendukung terhadap tindakan preventis antara lain :

a) Tanggap / peka, sikap tanggap ini ditunjukkan oleh kemampuan guru secara dini mampu dengan segera merespon terhadap berbagai prilaku atau aktivitas yang dianggap akan mengganggu pembelajaran atau berkembangnya sikap maupun sifat negatif dari siswa maupun lingkungan pembelajaran lainnya.

b) Perhatian yaitu selalu mencurahkan perhatian pada berbagai aktivitas, lingkungan maupun segala sesuatu yang muncul. Perhatian adalah salah satu bentuk keterampilan dan kebiasaan yang harus dimiliki oleh guru supaya tidak acuh terhadap siswa.

2. Refrensif, keterampilan refrensif tidak diartikan sebagai tindakan kekerasan seperti halnya penanganan dalam gangguan keamanan. Keterampilan refrensif ialah  sebagai salah satu unsur dari keterampilan pengelolaan kelas.

3. Modifikasi Tingkah laku, yaitu bahwa setiap tingkah laku dapat diamati.

                                          

·         Tujuan Manajemen Kelas

Tujuan manajemen kelas mengatur kegiatan-kegiatan peserta didik agar kegiatan- kegiatan tersebut menunjang proses pembelajaran di lembaga pendidikan (sekolah); lebih lanjut, proses pembelajaran di lembaga tersebut (sekolah) dapat berjalan lancar, tertib dan teratur sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan secara keseluruhan.

Adapun beberapa tujuan dari manajemen kelas adalah sebagai berikut :

a. Agar pengajaran dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

b. Untuk memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya. Dengan manajemen kelas, guru mudah untuk melihat dan mengamati setiap kemajuan atau perkembangan yang dicapai siswa, terutama siswa yang tergolong lamban.

c. Untuk memberi kemudahan dalam mengangkat masalah-masalah penting untuk dibicarakan dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang.Jadi, Manajemen kelas dimaksudkan untuk menciptakan kondisi di dalam kelompok kelas yang berupa lingkungan kelas yang baik, yang memungkinkan siswa berbuat sesuai dengan kemampuannya. Kemudian, dengan manajemen kelas produknya harus sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. berdasarkan dalil al-Quran dalam (Q.S Ash Shaff : 4)

Terjemahan:

Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan  yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu  bangunan yang tersusun kokoh. (Q.S Ash shaff:4)

Ayat tersebut menceritakan tentang ketelodoran Sahabat nabi dalam perang Uhud, karena sebagai pemimpin nabi tidak dianggap perkataannya. Padahal Rasulullah SAW telah mengajarkan pada sahabatnya untuk tidak menyerang musuh sebelum membariskan pasukannya dengan „merapat‟

 

·         Pelaksanaan Manajemen Kelas

Pelaksanaan manajemen kelas yang efektif dalam pembelajaran ketika dapat mewujudkan kondisi kelas sebagai lingkungan pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan seoptimal mungkin, menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi interaksi pembelajaran, menyediakan dan mengatur fasilitas yang mendukung siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional dan intelektual siswa, serta dapat membimbing siswa sesuai dengan latar sosial, ekonomi, budaya dan sifat/karakter siswa yang berbeda. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan pembelajaran perlu diketahui kondisi dan masalah yang terjadi pada siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Setiap ada permasalahan yang terkait dengan sikap siswa dan masalah ekstern lainnya, seorang guru berusaha untuk mencari solusinya pada saat itu juga, agar tanggung jawab guru berfungsi dengan maksimal. Dengan diterapkannya konflik kelas maka akan mengurangi masalah yang terjadi dalam pembelajaran. Beberapa usaha preventif yang dilakukan untuk mengatasi masalah adalah sebagai berikut:

1.      Memotivasi siswa agar konsentrasi pada Pelajaran    

Siswa dapat berkonsentrasi/memusatkan pikirannya pada pelajaran dengan baik, tergantung dari cara guru dalam mengelola kelas baik secara fisik maupun non-fisik. Jadi, seorang guru harus selalu memberi semangat terhadap siswanya agar konsentrasi dalam belajar.

2.      Mengkondisikan siswa untuk siap belajar di kelas

Dalam konteks proses pembelajaran, kesiapan untuk belajar sangat menentukan aktivitas belajar siswa. Siswa yang belum siap belajar, cenderung akan berprilaku tidak kondusif/ mendukung, sehingga pada gilirannya akan mengganggu proses belajar secara keseluruhan. Oleh karena kesiapan merupakan proses mental, maka guru dalam melakukan proses belajar mengajar harus benar-benar memperhatikan kesiapansiswa untuk belajar secara mental., Bahwasanya seorang guru selalu mengkondisikan siswa untuk siap belajar dikelas, hal ini dilakukan agar hasil yang diperoleh dari proses belajar mengajar bisa maksimal.

3.      Kesiapan atau readiness merupakan kesediaan untuk memberi respons atau bereaksi.

Kesiapan amat perlu diperhatikan dalam proses belajar, karena jika siswa sudah ada kesiapan belajar, maka hasil belajarnya akan lebih baik. Pemberian stimulus supaya aktif di kelas Salah satu masalah yang dihadapi guru untuk menyelenggarakan pengajaran adalah bagaimana memotivasi atau menumbuhkan motivasi dalam diri peserta didik secara efektif. Keberhasilan suatu pengajaran akan sangat dipengaruhi oleh adanya penyediaan motivasi/dorongan. Berasarkan hasil yang peneliti peroleh, bahwa seorang guru selalu memberikan motivasi kepada siswa. Motivasi adalah pengajaran yang digunakan guru untuk memberi perhatian dan dorongan kepada siswa apabila siswa tidak bisa memotivasi dirinya sendiri. Suatu aktivitas belajar sangat lekat dengan motivasi, perubahan motivasi akan merubah pula wujud, bentuk dan hasil belajar. Di samping itu dalam pemberian motivasi guru juga memberikan stimulus kepada siswa dengan sebuah pemberian reward pada siswa supaya aktif bertanya dikelas.

4.      Suasana Kelas Ruang Kelas

Berdasarkan hasil yang peneliti peroleh, ruang kelas sudah cukup memadai dengan ukuran 63 m2 karena sudah melebihi dari ukuran dalam standar sarana dan prasarana dengan jumlah siswa 35 dalam satu kelas dan sangat memungkinkah siswabergerak leluasa dan tidak berdesak desakan dan memudahkan siswa untuk melakukan aktifitas belajar.

5.      Pengaturan Tempat Duduk

Sebuah denah tempat duduk siswa-siswi dalam suatu kelas mempunyai fungsi yaitu memudahkan guru untuk cepat menghafal nama-nama semua siswa dikelas. Pengetahuan nama setiap siswa merupakan suatu alat psikologis yang efektif bagi proses pembelajaran. Pengaturan tempat duduk hendaklah fleksibel yang artinyadapat diubah sesuai dengan kebutuhan. Berdasarkan hasil penelitian, pengaturan mengenai tempat duduk biasanya dilakukan rolling dan diadakan mungkin seminggu sekali atau sebulan sekali dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan. Pengaturan tempat duduk akan mempengaruhi kelancaran proses belajar mengajar di kelas.

6.      Metode Pembelajaran

Dalam kegiatan belajar mengajar, metode yang baik akam memudahkan siswa untuk memahamai materi ,sangat diperlukan oleh seorang guru dan penggunaannya yang bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai setelah pembelajaran berakhir. Seorang guru tidak akan dapat melaksanakan tugasnya, bila tidak menguasai metode mengajar. Oleh karena itu, di sinilah kompetensi guru diperlukan dalam pemilihan metode yang tepat. Dengan menguasai dari berbagai macam metode dan bisa menempatkan pada situasi dan kondisi yang sesuai dengan keadaan siswa. Berdasarkan hasil observasi serta wawancara peneliti dengan para guru bahwa beberapa guru sudah menerapkan suatu teori yang ada dan sesuai yaitu dengan memilih metode yang tepat yang mana metode ini diterapkan untuk mencapai tujuan yang komprehensip yaitu dari ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Sehingga diharapkan tujuan pembelajaran dapat dicapai sesuai yang diharapkan.

7.      Penggunaan Media

Penggunaan media memang memang turut mempengaruhi iklim, kondisi dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru. Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, bahkan membantu pengaruh pengaruh psikologis terhadap siswa. Media yang digunakan sebaiknya tidak monoton agar siswa tidak merasa bosan dan jenuh dalam belajar. Disamping itu berdasarkan hasil penelitian bahwasanya dalam penggunaan media harus sesuai dengan materi yang disajikan.

8.      Pola interaksi

Suatu pembelajaran dapat dikatakan efektif, apabila terjadi interaksi yang baik antara guru dengan siswa dan bertujuan untuk mencapai suatu tujuan belajar tertentu dengan cara memfasilitasi pengetahuan dan keterampilan siswa melalui kegiatan/aktivitas yang dapat membantu dan memudahkan siswa dalam belajar. Suatu interaksi dikatakan memiliki sifat edukatif atau mendidik bukan semata ditentukan oleh bentuknya melainkan oleh tujuan interaksi itu sendiri apakah baik atau buruknya. Dilihat dari tujuan interaksi yang dilakukan guru untuk membangkitkan semangat belajar siswa, maka interaksi tersebut sudah berlangsung secara edukatif. Akan tetapi dalam pelaksanaannya selain  di dalam kelas juga terjadi diluar kelas.

 

Referensi

Hadari Nawawi, Organisasi Sekolah dan Pengelolaan Kelas,  Sebagai Lembaga  Pendidikan( jakarta : gunung agung, 2000). Hal. 116

Administrasi pendidikan UPI,manajemen Pendidikan (Bandung; Alfabeta2008). Hal 206

http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/tarbawi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar