Nama : Tri Noviliana
Nim : 11901290
Kelas : PAI 4C
Makul : Magang 1
Manajemen Sekolah
Manajemen dalam arti luas adalah perencanaan, pelaksanaan,
dan pengawasan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif dan
efesien untuk melaksanakannya.
Sedangkan, manajemen dalam arti sempit ialah manajemen
sekolah yang meliputi: perencanaan program sekolah, pelaksanaan program
sekolah, kepemimpinan kepala sekolah, dan sistem informasi sekolah/ madrasah
dan lain sebagainya.
Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal harus mampu
mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki oleh peserta didik baik dari
potensi tersebut yang meliputi aspek
kognitif, afektif dan psikomotorik.
Pendidikan dipandang sebagai upaya untuk mencerdaskan anak
anak bangsa yang berbudi pekerti, beriman dan bertaqwa, yang memiliki akhlakul
karimah. Untuk memggapai semua itu perlu pengelolaan yang efektif agar tujuan
dapat berjalan dengan lancar., ada kontribusi antara kepala sekolah dan juga
staf nya dalam membangun kerja sama yang baik.
Manajemen sekolah merupakan proses mengelola sekolah melalui
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan sekolah agar mencapai
tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif. Kepala sekolah
menempati posisi sebagai manajer sekolah di dalam organisasi sekolah. Salah
satu perioritas kepala sekolah dalam manajemen sekolah ialah manajemen
pembelajaran.
Manajemen merupakan ilmu dalam perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, pemotivasian, dan pengendalian terhadap sumber
daya manusia dan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan (Siswanto, 2011:78).
Proses dalam manajemen sebuah organisasi terdiri dari
perencanaan yang direncanakan dari mulai tahap awal kemudian diatur dimana
tempat penugasannya dan diarahkan dalam pelaksanaannya. Pemberian motivasi juga
dilakukan untuk membuat sumber daya semakin terpacu untuk mencapai tujuan organisasi
melalui program yang dilaksanakan.
Tahap akhir yaitu pengendalian terhadap proses yang telah
dilaksanakan supaya tidak menyimpang dari tujuan organisasi. Manajemen juga
merupakan suatu seni pengelolaan organisasi. Proses manajemen ini berlangsung
secara berkelanjutan yang di dalamnya tidak hanya bermuatan kemampuan melainkan
juga didukung dengan pemanfaatan keterampilan sumber daya manusia dalam bentuk
tenaga, waktu dan juga pikiran yang secara khusus dimanfaatkan untuk dapat
melakukan pekerjaan secara efektif melalui perencanaan yang matang,
pengorganisasian, dan pengawasan sehingga diperoleh hasil yang optimal.
Hal tersebut juga selaras dengan pernyataan R. Terry (dalam
Arif dan Zulkarnain, 2008: 236-247) yang menyatakan bahwa manajemen merupakan
suatu proses yang terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian,
penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai
tujuan yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber
daya lainnya.
Berdasarkan
penjabaran tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen merupakan suatu
ilmu untuk mengatur organisasi dengan memanfaatkan seluruh sumber daya
organisasi yang ada secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yang ingin
dicapai. Organisasi harus dikelola oleh pengelola yang memiliki kemampuan yang
kompeten sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan organisasi melalui
pemanfaatan sumber daya yang efektif dan efisien.
Fungsi Manajemen Sekolah
Secara umum ada empat fungsi manajemen yang biasa di gunakan
dalam pengelolaan yaitu fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasian, fungsi
pengarahan dan fungsi pengendalian . Untuk fungsi pengorganisasian terdapat
pula fungsi staffing (pembentukan staf).
Pekerjaan manajemen pendidikan adalah bagian dari proses
manajemen sekolah, karena merujuk pada penataan sumber daya manusia, kurikulum,
fasilitas, sumber belajar dan dana serta upaya mencapai tujuan lembaga sekolah
secara dinamis.
Soepardi (Mulyasa, 2011:11) mengungkapkan bahwa bidang;
organisasi kurikulum, perlengkapan pendidikan, media pendidikan, personil
pendidikan, hubungan kemanusiaan, dan dana.
Peranan Kepala
Sekolah dalam Manajemen Kepala sekolah merupakan jabatan karir yang diperoleh
seseoarng setelah sekian lama menjabat sebagai guru. Seseorang yang diangkat
dan dipercaya untuk menduduki jabatan sebagai kepala sekolah harus memenuhi
kriteria-kriteria yang disyaratkan untuk jabatan dimaksud, ada beberapa
kriteria yang wajib dipenuhi oleh seseorang itu.
Dana pendidikan yang tersedia harus dimanfaatkan di sekolah
itu secara efektif dan efisien. Efektif berarti semua dana yang ada digunakan
semata-mata untuk pendidikan sekolah tidak untuk dana yang lain. Sedangkan
efisien berarti dana yang tersedia, berapapun banyaknya, harus didayagunakan
sehemat mungkin , jangan mentang mentang banyak dana yang tersedia di gunakan
selain untuk pendidikan. Supaya memenuhi
prinsip tersebut, maka dianjurkan agar setiap pendayagunaan dana selalu
didahului dengan perencanaan anggaran supaya kegiatan nya maksimal.
Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah
(sekolah), keluarga dan masyarakat saling berhubungan tidak dapat dipisahkan.
Ini mengisyaratkan bahwa orang tua murid dan masyarakat mempunyai tanggung
jawab untuk berpartisipasi dalam kegiatan, turut memikirkan dan memberikan
bantuan dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah tersebut.
Partisipasi yang tinggi dari orang tua murid dalam
pendidikan di sekolah merupakan salah satu ciri dari pengelolaan sekolah yang
baik, artinya jadi sejauh mana pun
masyarakat dapat diberdayakan dalam proses pendidikan di sekolah adalah
indikator terhadap manajemen sekolah yang bersangkutan.
Wahjosumidjo
(2011:83) dapat didefinisikan sebagai seorang tenaga fungsional guru yang
diberi tugas tambahan untuk memimpin suatu lembaga atau sekolah dimana
diselenggarakan proses belajar mengajar, atau tempat dimana terjadi interaksi
antara guru yang memberi pelajaran dan murid
Kepala sekolah yang berhasil apabila mereka memahami keberadaan sekolah
sebagai organisasi yang kompleks dan unik, serta mampu melaksanakan peranan
kepala sekolah sebagai seseorang yang diberi tanggung jawab untuk memimpin
sekolah.
Pada umumnya kepala sekolah memiliki tanggung jawab yang
besar sebagai pemimpin di bidang pengajaran, pengembangan kurikulum dan personalia
staf, hubungan masyarakat, dan perlengkapan serta organisasi sekolah. Kepala
sekolah berkewajiban menciptakan hubungan yang sebaik-baiknya dengan para guru,
staf, dan siswa, sebab esensi kepemimpinan adalah kepengikutan, maka dari itu
kepala sekolah harus mempuyai skill dalam pelaksanaannya.
Perencanaan program sekolah memiliki dua fungsi, yaitu:
perencanaan merupakan upaya yang menggambarkan penyusunan rangkaian tindakan
yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan dengan mempertimbangkan sumber-sumber
yang tersedia atau disediakan; dan perencanaan merupakan kegiatan untuk
mengerahkan atau menggunakan sumber-sumber yang terbatas secara efesien dan
efektif untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dalam pelaksanaan program manajemen sekolah, strategi yang
diterapkan yaitu tercapainya peningkatan mutu pendidikan, meliputi: sosialisasi
program, pemecahan masalah, peningkatan mutu, dan pemantauan dan evaluasi
pelaksanaan program sekolah. Evaluasi merupakan tindakan yang dilakukan untuk
mengetahui tingkat keberhasilan suatu program yang telah dilaksanakan. Evaluasi
pelaksanaan program sekolah perlu dibuat laporan yang terdiri dari laporan
keuangan dan laporan teknis.
Hambatan dalam perencanaan program sekolah, yaitu
partisipasi masyarakat dan kesulitan dalam hal ekonominya sehingga dukungan
mereka terhadap manajemen sekolah ikut rendah. Upaya yang dapat dilakukan
kepala sekolah yaitu mengajak orang tua murid dan masyarakat untuk memberikan
dukungan non dana kepada sekolah, walaupun mereka tidak mampu berkontribusi
dalam menyumbang dana pendidikan bisa berkontribusi dalam bentuk pikiran.
Hambatan lain yang dihadapi kepala sekolah dalam pelaksanaan
program sekolah yaitu relevansi pendidikan yang merupakan salah satu masalah
pendidikan yang perlu penyesuaian dan peningkatan materi program pendidikan
bisa dalam bentuk perubahan kurikulum. Upaya yang ditempuh kepala sekolah dalam
mengatasi masalah tersebut yaitu menjamin pendidikan melalui program wajib
belajar pendidikan dasar 9 tahun yang bermutu dan lebih fungsional, baik bagi
diri sendiri maupun masyarakat, diperlukan keterlibatan para tokoh masyarakat,
merancang isi kurikulum, dan jenis pembelajarannya itu semua saling berkaitan
dan saling mendukung .
Merujuk kepada kebijakan Direktorat Pendidikan Menengah Umum
Depdiknas dalam buku Panduan Manajemen Sekolah, berikut ini akan diuraikan
secara ringkas tentang bidang-bidang kegiatan pendidikan disekolah, yang
mencakup :
1) Manajemen kurikulum;
Manajemen kurikulum merupakan bagian manajemen yang utama
disekolah. Prinsip dasar manajemen kurikulum ini adalah berusaha agar proses
pembelajaran dapat berjalan dengan baik, dengan tolok ukur pencapaian tujuan
oleh siswa dan mendorong guru untuk menyusun dan terus menerus menyempurnakan
strategi pembelajarannya. Tahapan manajemen kurikulum di sekolah dilakukan
melalui empat tahap : (a) perencanaan; (b) pengorganisasian dan koordinasi; (c)
pelaksanaan; dan (d) pengendalian.
2) Manajemen Kesiswaan
Dalam manajemen kesiswaan terdapat empat prinsip dasar, yaitu
: (a) siswa harus diperlakukan sebagai subyek dan bukan obyek, sehingga harus
didorong untuk berperan jadi siswa lebih
aktif ikut serta dalam setiap perencanaan dan pengambilan keputusan yang
terkait dengan kegiatan mereka; (b) kondisi siswa sangat beragam, karena setiap
siswa mempunyai karakteristi yang unik, ditinjau dari kondisi fisik, kemampuan
intelektual, sosial ekonomi, minat dan seterusnya. Oleh karena itu diperlukan
wahana kegiatan yang beragam, sehingga setiap siswa memiliki wahana untuk berkembang
secara optimal semisal dengan adanya ekstrakulikuler; (c) siswa hanya
termotivasi belajar, jika mereka menyenangi apa yang diajarkan, siswa akan
bosan dengan pelajaran; dan (d) pengembangan potensisiswa tidak hanya
menyangkut ranah kognitif, tetapi juga ranah afektif,dan psikomotor.
3) Manajemen personalia
Terdapat empat prinsip dasar manajemen personalia yaitu :
(a) dalam mengembangkan sekolah, sumber daya manusia adalah komponen paling
penting; (b) sumber daya manusia akan berperan secara optimal jika dikelola
dengan baik, sehingga mendukung tujuan institusional; (c) kultur dan suasana
organisasi di sekolah, serta perilaku manajerial sekolah sangat berpengaruh
terhadap pencapaian tujuan pengembangan sekolah; dan (d) manajemen personalia
di sekolah pada prinsipnya mengupayakan agar setiap warga warga dapat bekerja
sama dan saling mendukung untuk mencapai tujuan sekolah.
Disamping faktor ketersediaan sumber daya manusia, hal yang
amat penting dalam manajamen personalia adalah berkenaan penguasaan kompetensi
dari para personil di sekolah. Oleh karena itu, upaya pengembangan kompetensi
dari setiap personil sekolah menjadi mutlak diperlukan.
4) Manajemen keuangan
Manajemen keuangan di sekolah terutama berkenaan dengan sekolah dalam menggali dana, kiat sekolah
dalam mengelola dana, pengelolaan keuangan dikaitkan dengan program tahunan
sekolah, dan cara melakukan pengawasan, pengendalian serta pemeriksaan. Oleh
karena itu, disamping mengupayakan ketersediaan dana yang memadai untuk
kebutuhan pembangunan , juga perlu diperhatikan faktor akuntabilitas dan
transparansi setiap penggunaan keuangan baik yang bersumber pemerintah,
masyarakat dan sumber-sumber lainnya.
5) Manajemen perawatan preventif sarana dan prasana sekolah
Manajemen perawatan preventif sarana dan prasana sekolah
merupakan tindakan yang dilakukan secara berkesinambungan dan terencana untuk
merawat fasilitas fisik, seperti gedung, dan peralatan sekolah lainnya, dengan
tujuan untuk meningkatkan kinerja, memperpanjang usia pakai, menurunkan biaya
perbaikan dan menetapkan biaya efektif perawatan sarana dan pra sarana sekolah,
intinya pengelolaan ini mempermudah dan memperlancar pelaksana .
Dalam manajemen ini perlu dibuat program perawatan preventif
di sekolah dengan cara pembentukan tim pelaksana, membuat daftar sarana dan pra
sarana, menyiapkan lembar evaluasi untuk menilai hasil kerja perawatan pada
masing-masing bagian .
Daftar pustaka
Mulyasa, E., 2013. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan: Keman-dirian Guru dan Kepala Sekolah. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Wahjosumidjo, 2011. Kepemimpinan Kepala Sekolah: Tinjauan
Teoritik dan Permasalahannya. Jakarta: Rajawali Pers.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar