Rabu, 21 April 2021

Manajemen sekolah

 

Nama    : Tri Noviliana

Nim       : 11901290

Kelas     : PAI 4C

Makul   : Magang 1

Manajemen Sekolah

Manajemen dalam arti luas adalah perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien untuk melaksanakannya.

Sedangkan, manajemen dalam arti sempit ialah manajemen sekolah yang meliputi: perencanaan program sekolah, pelaksanaan program sekolah, kepemimpinan kepala sekolah, dan sistem informasi sekolah/ madrasah dan lain sebagainya.

Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal harus mampu mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki oleh peserta didik baik dari potensi tersebut  yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

Pendidikan dipandang sebagai upaya untuk mencerdaskan anak anak bangsa yang berbudi pekerti, beriman dan bertaqwa, yang memiliki akhlakul karimah. Untuk memggapai semua itu perlu pengelolaan yang efektif agar tujuan dapat berjalan dengan lancar., ada kontribusi antara kepala sekolah dan juga staf nya dalam membangun kerja sama yang baik.

Manajemen sekolah merupakan proses mengelola sekolah melalui perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan sekolah agar mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif. Kepala sekolah menempati posisi sebagai manajer sekolah di dalam organisasi sekolah. Salah satu perioritas kepala sekolah dalam manajemen sekolah ialah manajemen pembelajaran.

Manajemen merupakan ilmu dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemotivasian, dan pengendalian terhadap sumber daya manusia dan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan (Siswanto, 2011:78).

Proses dalam manajemen sebuah organisasi terdiri dari perencanaan yang direncanakan dari mulai tahap awal kemudian diatur dimana tempat penugasannya dan diarahkan dalam pelaksanaannya. Pemberian motivasi juga dilakukan untuk membuat sumber daya semakin terpacu untuk mencapai tujuan organisasi melalui program yang dilaksanakan.

Tahap akhir yaitu pengendalian terhadap proses yang telah dilaksanakan supaya tidak menyimpang dari tujuan organisasi. Manajemen juga merupakan suatu seni pengelolaan organisasi. Proses manajemen ini berlangsung secara berkelanjutan yang di dalamnya tidak hanya bermuatan kemampuan melainkan juga didukung dengan pemanfaatan keterampilan sumber daya manusia dalam bentuk tenaga, waktu dan juga pikiran yang secara khusus dimanfaatkan untuk dapat melakukan pekerjaan secara efektif melalui perencanaan yang matang, pengorganisasian, dan pengawasan sehingga diperoleh hasil yang optimal.

Hal tersebut juga selaras dengan pernyataan R. Terry (dalam Arif dan Zulkarnain, 2008: 236-247) yang menyatakan bahwa manajemen merupakan suatu proses yang terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai tujuan yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.

 Berdasarkan penjabaran tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen merupakan suatu ilmu untuk mengatur organisasi dengan memanfaatkan seluruh sumber daya organisasi yang ada secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Organisasi harus dikelola oleh pengelola yang memiliki kemampuan yang kompeten sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan organisasi melalui pemanfaatan sumber daya yang efektif dan efisien.

Fungsi Manajemen Sekolah

Secara umum ada empat fungsi manajemen yang biasa di gunakan dalam pengelolaan yaitu fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasian, fungsi pengarahan dan fungsi pengendalian . Untuk fungsi pengorganisasian terdapat pula fungsi staffing (pembentukan staf).

Pekerjaan manajemen pendidikan adalah bagian dari proses manajemen sekolah, karena merujuk pada penataan sumber daya manusia, kurikulum, fasilitas, sumber belajar dan dana serta upaya mencapai tujuan lembaga sekolah secara dinamis.

Soepardi (Mulyasa, 2011:11) mengungkapkan bahwa bidang; organisasi kurikulum, perlengkapan pendidikan, media pendidikan, personil pendidikan, hubungan kemanusiaan, dan dana.

 Peranan Kepala Sekolah dalam Manajemen Kepala sekolah merupakan jabatan karir yang diperoleh seseoarng setelah sekian lama menjabat sebagai guru. Seseorang yang diangkat dan dipercaya untuk menduduki jabatan sebagai kepala sekolah harus memenuhi kriteria-kriteria yang disyaratkan untuk jabatan dimaksud, ada beberapa kriteria yang wajib dipenuhi oleh seseorang itu.

Dana pendidikan yang tersedia harus dimanfaatkan di sekolah itu secara efektif dan efisien. Efektif berarti semua dana yang ada digunakan semata-mata untuk pendidikan sekolah tidak untuk dana yang lain. Sedangkan efisien berarti dana yang tersedia, berapapun banyaknya, harus didayagunakan sehemat mungkin , jangan mentang mentang banyak dana yang tersedia di gunakan selain untuk pendidikan. Supaya  memenuhi prinsip tersebut, maka dianjurkan agar setiap pendayagunaan dana selalu didahului dengan perencanaan anggaran supaya kegiatan nya maksimal.

Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah (sekolah), keluarga dan masyarakat saling berhubungan tidak dapat dipisahkan. Ini mengisyaratkan bahwa orang tua murid dan masyarakat mempunyai tanggung jawab untuk berpartisipasi dalam kegiatan, turut memikirkan dan memberikan bantuan dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah tersebut.

Partisipasi yang tinggi dari orang tua murid dalam pendidikan di sekolah merupakan salah satu ciri dari pengelolaan sekolah yang baik, artinya  jadi sejauh mana pun masyarakat dapat diberdayakan dalam proses pendidikan di sekolah adalah indikator terhadap manajemen sekolah yang bersangkutan.

 Wahjosumidjo (2011:83) dapat didefinisikan sebagai seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas tambahan untuk memimpin suatu lembaga atau sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar, atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid  Kepala sekolah yang berhasil apabila mereka memahami keberadaan sekolah sebagai organisasi yang kompleks dan unik, serta mampu melaksanakan peranan kepala sekolah sebagai seseorang yang diberi tanggung jawab untuk memimpin sekolah.

Pada umumnya kepala sekolah memiliki tanggung jawab yang besar sebagai pemimpin di bidang pengajaran, pengembangan kurikulum dan personalia staf, hubungan masyarakat, dan perlengkapan serta organisasi sekolah. Kepala sekolah berkewajiban menciptakan hubungan yang sebaik-baiknya dengan para guru, staf, dan siswa, sebab esensi kepemimpinan adalah kepengikutan, maka dari itu kepala sekolah harus mempuyai skill dalam pelaksanaannya.

Perencanaan program sekolah memiliki dua fungsi, yaitu: perencanaan merupakan upaya yang menggambarkan penyusunan rangkaian tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan dengan mempertimbangkan sumber-sumber yang tersedia atau disediakan; dan perencanaan merupakan kegiatan untuk mengerahkan atau menggunakan sumber-sumber yang terbatas secara efesien dan efektif untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Dalam pelaksanaan program manajemen sekolah, strategi yang diterapkan yaitu tercapainya peningkatan mutu pendidikan, meliputi: sosialisasi program, pemecahan masalah, peningkatan mutu, dan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program sekolah. Evaluasi merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program yang telah dilaksanakan. Evaluasi pelaksanaan program sekolah perlu dibuat laporan yang terdiri dari laporan keuangan dan laporan teknis.

Hambatan dalam perencanaan program sekolah, yaitu partisipasi masyarakat dan kesulitan dalam hal ekonominya sehingga dukungan mereka terhadap manajemen sekolah ikut rendah. Upaya yang dapat dilakukan kepala sekolah yaitu mengajak orang tua murid dan masyarakat untuk memberikan dukungan non dana kepada sekolah, walaupun mereka tidak mampu berkontribusi dalam menyumbang dana pendidikan bisa berkontribusi dalam bentuk pikiran.

Hambatan lain yang dihadapi kepala sekolah dalam pelaksanaan program sekolah yaitu relevansi pendidikan yang merupakan salah satu masalah pendidikan yang perlu penyesuaian dan peningkatan materi program pendidikan bisa dalam bentuk perubahan kurikulum. Upaya yang ditempuh kepala sekolah dalam mengatasi masalah tersebut yaitu menjamin pendidikan melalui program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun yang bermutu dan lebih fungsional, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat, diperlukan keterlibatan para tokoh masyarakat, merancang isi kurikulum, dan jenis pembelajarannya itu semua saling berkaitan dan saling mendukung  .

Merujuk kepada kebijakan Direktorat Pendidikan Menengah Umum Depdiknas dalam buku Panduan Manajemen Sekolah, berikut ini akan diuraikan secara ringkas tentang bidang-bidang kegiatan pendidikan disekolah, yang mencakup :

1) Manajemen kurikulum;

Manajemen kurikulum merupakan bagian manajemen yang utama disekolah. Prinsip dasar manajemen kurikulum ini adalah berusaha agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, dengan tolok ukur pencapaian tujuan oleh siswa dan mendorong guru untuk menyusun dan terus menerus menyempurnakan strategi pembelajarannya. Tahapan manajemen kurikulum di sekolah dilakukan melalui empat tahap : (a) perencanaan; (b) pengorganisasian dan koordinasi; (c) pelaksanaan; dan (d) pengendalian.

2) Manajemen Kesiswaan

Dalam manajemen kesiswaan terdapat empat prinsip dasar, yaitu : (a) siswa harus diperlakukan sebagai subyek dan bukan obyek, sehingga harus didorong untuk berperan  jadi siswa lebih aktif ikut serta dalam setiap perencanaan dan pengambilan keputusan yang terkait dengan kegiatan mereka; (b) kondisi siswa sangat beragam, karena setiap siswa mempunyai karakteristi yang unik, ditinjau dari kondisi fisik, kemampuan intelektual, sosial ekonomi, minat dan seterusnya. Oleh karena itu diperlukan wahana kegiatan yang beragam, sehingga setiap siswa memiliki wahana untuk berkembang secara optimal semisal dengan adanya ekstrakulikuler; (c) siswa hanya termotivasi belajar, jika mereka menyenangi apa yang diajarkan, siswa akan bosan dengan pelajaran; dan (d) pengembangan potensisiswa tidak hanya menyangkut ranah kognitif, tetapi juga ranah afektif,dan psikomotor.

3) Manajemen personalia

Terdapat empat prinsip dasar manajemen personalia yaitu : (a) dalam mengembangkan sekolah, sumber daya manusia adalah komponen paling penting; (b) sumber daya manusia akan berperan secara optimal jika dikelola dengan baik, sehingga mendukung tujuan institusional; (c) kultur dan suasana organisasi di sekolah, serta perilaku manajerial sekolah sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pengembangan sekolah; dan (d) manajemen personalia di sekolah pada prinsipnya mengupayakan agar setiap warga warga dapat bekerja sama dan saling mendukung untuk mencapai tujuan sekolah.

Disamping faktor ketersediaan sumber daya manusia, hal yang amat penting dalam manajamen personalia adalah berkenaan penguasaan kompetensi dari para personil di sekolah. Oleh karena itu, upaya pengembangan kompetensi dari setiap personil sekolah menjadi mutlak diperlukan.

4) Manajemen keuangan

Manajemen keuangan di sekolah terutama berkenaan dengan  sekolah dalam menggali dana, kiat sekolah dalam mengelola dana, pengelolaan keuangan dikaitkan dengan program tahunan sekolah, dan cara melakukan pengawasan, pengendalian serta pemeriksaan. Oleh karena itu, disamping mengupayakan ketersediaan dana yang memadai untuk kebutuhan pembangunan , juga perlu diperhatikan faktor akuntabilitas dan transparansi setiap penggunaan keuangan baik yang bersumber pemerintah, masyarakat dan sumber-sumber lainnya.

5) Manajemen perawatan preventif sarana dan prasana sekolah

Manajemen perawatan preventif sarana dan prasana sekolah merupakan tindakan yang dilakukan secara berkesinambungan dan terencana untuk merawat fasilitas fisik, seperti gedung, dan peralatan sekolah lainnya, dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja, memperpanjang usia pakai, menurunkan biaya perbaikan dan menetapkan biaya efektif perawatan sarana dan pra sarana sekolah, intinya pengelolaan ini mempermudah dan memperlancar pelaksana .

Dalam manajemen ini perlu dibuat program perawatan preventif di sekolah dengan cara pembentukan tim pelaksana, membuat daftar sarana dan pra sarana, menyiapkan lembar evaluasi untuk menilai hasil kerja perawatan pada masing-masing bagian .

 

Daftar pustaka

Mulyasa, E., 2013. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: Keman-dirian Guru dan Kepala Sekolah. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Wahjosumidjo, 2011. Kepemimpinan Kepala Sekolah: Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya. Jakarta: Rajawali Pers.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar